Langsung ke konten utama

Bagi Orang yang Ingin Menghafal AL-Qur'an

Menghafal al-Qur'an, sekali lagi, bukan merupakan pekerjaan yang ringan. tidak sedikit halangan dan rintangan yang dapat melemahkan niat ataupun prosesnya. Oleh karena itu, keikhlasan serta ketulusan dalam menjalaninya bernilai berlian. Dengan keikhlasan tersebut, Anda akan menjadi sabar. Dan, dengan kesabaran niscaya Anda akan meraih apa yang Anda impikan selama ini, yakni menghafal ayat-ayat al-Qura'an secara keseluruhan.

Perhatikan Perkiraan berikut ini:
  • Apabila Anda menhafal al-Qur'an sehari satu ayat saja, berarti Anda menhafal seluruhnya dalam rentang waktu 17 tahun, 7 bulan, 9 hari.
  • Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 2 ayat, berarti anda menghafal al-Quran seluruhnya dalam rentang waktu 8 tahun, 9 bulan, 18 hari.
  • Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 3 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 5 tahun, 10 bulan, 13 hari.
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 4 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 4 tahun, 4 bulan, 24 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 5 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 3 tahun, 6 bulan, 7 hari.
  •   Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 6 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 2 tahun, 11 bulan, 4 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 7 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 2 tahun, 6 bulan, 3 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 8 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 2 tahun, 2 bulan, 12 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 9 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 1 tahun, 11 bulan, 12 hari.
  •   Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 10 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 1 tahun, 9 bulan, 3 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 11 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 1 tahun, 7 bulan, 6 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 12 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 1 tahun, 5 bulan, 15 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 13 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 1 tahun, 4 bulan, 6 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 14 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 1 tahun, 3 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 15 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 1 tahun, 2 bulan, 1 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 16 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 1 tahun, 1 bulan, 6 hari.
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 17 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 1 tahun, 10 hari. 
  •   Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 18 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 11 bulan, 19 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 19 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 11 bulan, 1 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 20 ayat, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 10 bulan, 16 hari. 
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari satu wajah, bararti Anda menghafal al-Quran seluruhnya dalam rentang waktu 1 tahun, 8 bulan, 12 hari.
  •  Apabila Anda menghafal al-Qur'an sehari 2 wajah, berati Anda menghafal al-Qur'an seluruhnya dalam rentang waktu 10 bulan, 6 hari. 

Janganlah lupa bahwa setiap huruf yang Anda ucapkan ketika membaca al-Quran sama dengan satu kebaikan, dan itu akan ditulis sepuluh kebaikan. kalimat "bissmillahh hiirohmann nirohiim" misalnya, mengandung 19 huruf, dihittung 19 kebaikan ketika mengucapkannya. Dan, ia ditulis 190. jika begitu, bagaimana dengan ayat pengulangan yang spontan disertai dengan hafalan per hafalan? (Benar, kesempatan seumur hidup ) karena sebagian timbangan pada hari penghitungan kadang kala hanya membutuhkan satu kebaikan saja agar bisa lebih berat skala kebaikannya atas skala keburukannya. Maka, dengan itu, akan terbuka jalan ke surga , tentunya atas izin Allah Swt.
    Mudah-mudahan Allah tidak menhalangi jalan ke sana, dan memberikan kepada kita semua pertolongan, petunjuk, ketulusan, keikhlasan, penerimaan, dan hasil yang baik. Aamiin..!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup tak Sesulit itu, tapi Mati pun tak segampang itu

kamu frustasi? kamu merasa sulit menghadapi masalah yang sedang menimpa mu? gak menemukan solusi? pengen mengakhiri hidup? kamu pikir setelah kamu mati, masalah selesai gitu? nggak.. kamu malah nambah masalah baru. kalau lu bunuh diri namanya lu seorang yang pengecut. lu lari dari masalah. gak berani mempertanggung jawabkan masalah yang lu perbuat. emang yang punya masalah cuma kalian. yang lain juga punya masalah. bahkan ada orang yang punya masalah lebih berat.  tapi apa yang membedakan mereka dengan ingin bunurh diri? mereka tidak putus asa, mereka percaya akan adanya Tuhan mungkin lu bisa bebas dari masalah di bumi, tapi di akhirat lu akan dihadapi masalah baru.  Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ  ۚ  إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allâh adalah Maha Penyayang kepadamu.  [An-Nisa’/4:29] Su mber:  https://almanhaj.o...

Tata Cara dan Etika Berpidato

Permasalahan yang berkait langsung dengan tata cara berpidato sudah semestinya mengacu pada kebenaran urutan penyusunan sebuah wacana/bentuk karangan, yaitu berpola urutan: pemnukaan-pengembangan (isi)-penutup (isi pidato). Sebab secara teroitis, isi pidato sejalan dengan isian urutan sebuah karangan, yaituterdiri atas: alinea pembuka, alinea isi, dan alinea penutup. Bagian 'pembukaan' berisi penghormatan dan sapaan yang ditujukan kepada pendengar. Pendengar ditempatkan pada posisi sebagaimana figur yang harus dihormati dan dihargai, sebab pendengar merupakan objek yang nantinya akan meneruskan, mengikuti, menjalankan tujuan materi pidato. Porsi penyampaian bagian 'pembukaan' jangan terlalu singkat atau terlalu panjang dan telalu bertele-tele sebab akan membuat pendengar merasa bosan. Porsi penyampaian bagian 'pembukaan' sewajarnya, terlebih jika bagian 'pengembangan' ternyata memerlukan waktu yang relatif lama/panjang. bagian 'pengembangan...

Visi dan Misi Pendidikan Bahasa INDONESIA

Karena kita adalah warga negara indonesia, lebih baik kita mengetahui visi dan misi pendidikan bahas indonesia..! karena tak kenal maka tak sayang...! oke, kita langsung saja.. Visi : menjadikan bahasa indonesia sebagai salah satu instrumen pengembangan kepribadian mahasiswa menuju terbentuknya insan akademis yang mahir berkomunikasi secara tertulis ataupun secara lisan dengan bahasa indonesia yang baik dan benar. Misis : tercapainya kemahiran mahasiswa berbahasa indoneisa untuk menguasai, menerapkan dan mengembangkan ipteks dengan penuh rasatanggung jawab dalamkedudukan sebagai kaum terpelajar dan warga negara indonesia yang berbudi pekerti mulia. itulah visi misi pendidikan bahasa indonesia.. tetaplah cinta indonesia ya..?