Langsung ke konten utama

Hidup tak Sesulit itu, tapi Mati pun tak segampang itu


kamu frustasi? kamu merasa sulit menghadapi masalah yang sedang menimpa mu?

gak menemukan solusi?

pengen mengakhiri hidup?

kamu pikir setelah kamu mati, masalah selesai gitu?

nggak..

kamu malah nambah masalah baru.

kalau lu bunuh diri namanya lu seorang yang pengecut. lu lari dari masalah. gak berani mempertanggung jawabkan masalah yang lu perbuat.

emang yang punya masalah cuma kalian. yang lain juga punya masalah.

bahkan ada orang yang punya masalah lebih berat. 

tapi apa yang membedakan mereka dengan ingin bunurh diri? mereka tidak putus asa, mereka percaya akan adanya Tuhan

mungkin lu bisa bebas dari masalah di bumi, tapi di akhirat lu akan dihadapi masalah baru. 

Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allâh adalah Maha Penyayang kepadamu. [An-Nisa’/4:29]

sudah tertera dengan jelas bahwa Allah tidak ingin kita melakukan hal bodoh itu. karena kalau kita bunuh diri atinya kita mendahului takdir yang Allah SWT buat.

Allah itu sayang sama kamu

hanya tinggal kalian, melihat tidak kasih sayang Allah kepada mu

Di akhirat nanti bagi orang-orang membunuh diri nya dengan menusukan pisau maka di akhirat nanti dia akan menusukan dirinya secara berulang ulang dan kekal di neraka. begitu pula dengan lumpat ke jurang, minum racun. 

dan apabila itu semua telah terjadi, maka hanya penyesalan yang tertinggal bagi si roh.

semoga tidak akan ada lagi orang berpikiran untuk mengakhiri hidupnya karena hal-hal sepele.

Terima Kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tata Cara dan Etika Berpidato

Permasalahan yang berkait langsung dengan tata cara berpidato sudah semestinya mengacu pada kebenaran urutan penyusunan sebuah wacana/bentuk karangan, yaitu berpola urutan: pemnukaan-pengembangan (isi)-penutup (isi pidato). Sebab secara teroitis, isi pidato sejalan dengan isian urutan sebuah karangan, yaituterdiri atas: alinea pembuka, alinea isi, dan alinea penutup. Bagian 'pembukaan' berisi penghormatan dan sapaan yang ditujukan kepada pendengar. Pendengar ditempatkan pada posisi sebagaimana figur yang harus dihormati dan dihargai, sebab pendengar merupakan objek yang nantinya akan meneruskan, mengikuti, menjalankan tujuan materi pidato. Porsi penyampaian bagian 'pembukaan' jangan terlalu singkat atau terlalu panjang dan telalu bertele-tele sebab akan membuat pendengar merasa bosan. Porsi penyampaian bagian 'pembukaan' sewajarnya, terlebih jika bagian 'pengembangan' ternyata memerlukan waktu yang relatif lama/panjang. bagian 'pengembangan...

Visi dan Misi Pendidikan Bahasa INDONESIA

Karena kita adalah warga negara indonesia, lebih baik kita mengetahui visi dan misi pendidikan bahas indonesia..! karena tak kenal maka tak sayang...! oke, kita langsung saja.. Visi : menjadikan bahasa indonesia sebagai salah satu instrumen pengembangan kepribadian mahasiswa menuju terbentuknya insan akademis yang mahir berkomunikasi secara tertulis ataupun secara lisan dengan bahasa indonesia yang baik dan benar. Misis : tercapainya kemahiran mahasiswa berbahasa indoneisa untuk menguasai, menerapkan dan mengembangkan ipteks dengan penuh rasatanggung jawab dalamkedudukan sebagai kaum terpelajar dan warga negara indonesia yang berbudi pekerti mulia. itulah visi misi pendidikan bahasa indonesia.. tetaplah cinta indonesia ya..?